Penyebab Doc mati setelah Melubangi Cangkang Telur
Anak ayam mati sesaat setelah mampu melubangi kerabang . Anak ayam ini mati meskipun lubang telah terbuka sempurna. Berikut penyebab DOC mati setelah berhasil melakukan pipping.
Posisi embrio yang tidak normal (salah posisi) dapat menyebabkan embrio tidak mampu membenahi posisi tersebut pada saat pipping. Berikut penyebab posisi embrio didalam telur menjadi tidak normal.
Berikut penyebab putih telur lengket pada tubuh anak ayam.
Berikut penyebab putih telur lengket di bagian bawah badan DOC.
Berikut penyebab ukuran dan kualitas DOC tidak seragam.
Berikut faktor yang menyebabkan ukuran DOC terlalu kecil.
Berikut faktor yang menyebabkan ukuran DOC yang baru menetas dianggap terlalu besar.
Beikut penyebab DOC Kelihatan Lembek.
Berikut penyebab DOC terus mengalami dehidrasi.
Penyebab DOC kelihatan lemas atau malas, yaitu kondisi sanitasi pada inkubator tidak baik.
Pusar Kering dan seperti Terluka
Berikut beberapa penyebab pusar DOC kering dan seperti terluka.
Berikut penyebab pusar DOC tidak sembuh, basah , dan berbau saat baru menetas.
- Formulasi pakan yang tidak benar menyebabkan organ tubuh belum sempurna tetapi sudah harus pipping.
- Pengaruh gen lethal terjadi karena faktor keturunan (jarang ditemui).
- Flok induk terserang penyakit. Kematian terjadi akibat penyakit yang diturunkan oleh induk ayam yang terinfeksi mikroorganisme patogen.
- Masa inkubasi telur kurang. Suhu yang terlalun panas atau terlalu kering menyebabkan metabolisme embrio berjalan lebih cepat sehingga pipping terjadi sebelum hari ke-21. Sebaliknya, suhu yang terlalu rendah menyebabkan pipping terjadi sesudah hari ke-21.
- Kerabang telur tipis. Kerabang yang terlalu tipis menyebabkan banyaknya cairan yang masuk ke dalam telur. Waktu pipping paruh tenggelam ke dalam cairan di rongga udara sehingga anak ayam mengalami kematian.
- Kelalaian tidak memutar telur pada dua minggu pertama menyebabkan paruh tidak berada pada kantong udara.
- Sirkulasi udara pada hari ke-20 dan ke-21 yang tidak baik menyebabkan kebutuhan oksigen tidak tercukupi.
- Kandungan Co2 pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu tinggi.
- Pemindahan telur dari setter ke hatcher terlambat. Seharusnya pada hari ke-18 telur sudah harus dipindahkan ke hatcher.
- Tidak tercapainya temperatur ideal pada hari ke-1 hingga ke-19.
- Temperatur pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu tinggi.
- Kelembapan pda hari ke-20 dan ke-21 terlalu rendah.
Posisi embrio yang tidak normal (salah posisi) dapat menyebabkan embrio tidak mampu membenahi posisi tersebut pada saat pipping. Berikut penyebab posisi embrio didalam telur menjadi tidak normal.
- Formulasi pakan tidak benar.
- Masa setting telur terlalu pendek.
- Telur terlalu bulat atau terlalu lonjong.
- Kelalaian sewaktu pemutar telur mengakibatkan terjadinya sudut pemutaran yang menyebabkan kantong udara berada di bawah.
Berikut penyebab putih telur lengket pada tubuh anak ayam.
- Pemindahan telur yang terlambat menyebabkan telur yang seharusnya sudah selesai diputar masih akan diputar. Pada umur 18 hari, telur seharusnya sudah berada pada posisi stabil sehingga tidak boleh diputar.
- Temperatur pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu tinggi. Akibatnya, setelah terjadi pipping , cairan menjadi kering dan lengket.
- Kelembapan pada hari ke -20 dan ke-21 terlalu rendah . Akibatnya, sesaat setelah pipping, cairan menjadi kering dan lengket.
Berikut penyebab putih telur lengket di bagian bawah badan DOC.
- Telur berasal dari induk yang tua.
- Aliran udara pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu pelan.
- Temperatur pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu tinggi.
- Kelembapan pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Berikut penyebab ukuran dan kualitas DOC tidak seragam.
- Telur berasal dari berbagai pembibit (induk tidak seragam).
- Ukuran dan umur telur tidak seragam .
- Terjadi stres atau serangan penyakit pada flok induk.
- Sirkulasi udara pada inkubator tidak lancar.
Berikut faktor yang menyebabkan ukuran DOC terlalu kecil.
- Peneluran terjadi saat cuaca panas.
- Ukuran telur kecil.
- Kerabang tipis, tetapi berpori-pori besar.
- Kelembapan pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu rendah.
Berikut faktor yang menyebabkan ukuran DOC yang baru menetas dianggap terlalu besar.
- Ukuran telur besar.
- Kelembapan pada hari ke-1 hingga ke-19 terlalu tinggi
Beikut penyebab DOC Kelihatan Lembek.
- Kondisi sanitasi pada inkubator jelek.
- Kelembapan pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu tinggi, sedangkan tempratur terlalu rendah.
Berikut penyebab DOC terus mengalami dehidrasi.
- Setting telur terlalu awal.
- Kelembapan pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu rendah.
- Terlambat memindahkan telur dari inkubator.
Penyebab DOC kelihatan lemas atau malas, yaitu kondisi sanitasi pada inkubator tidak baik.
Pusar Kering dan seperti Terluka
Berikut beberapa penyebab pusar DOC kering dan seperti terluka.
- Formulasi pakan induk tidak benar sehingga menyebabkan kekurangan nutrisi (malnutrisis).
- Temperatur pada hari ke-20 dan ke-21 terlalu rendah, sedangkan kelambapannya terlalu tinggi.
- Fluktuasi temperatur dalam inkubator terlalu tinggi.
- Sesaat setelah menetas, kelembapan tidak segera diturunkan.
Berikut penyebab pusar DOC tidak sembuh, basah , dan berbau saat baru menetas.
- Terjadi omphalitis. Omphalitis adalah radang pusar DOC karena induk ayam terinfeksi bakteri E. coli. Hal ini menyebabkan jaringan di sekitar pusar DOC menjadi lembek, seperti bubur dan mengalami pembengkakan (oedema).
- Sanitasi hatcher dan inkubator jelek.
- Formulasi pakan induk salah.
- Temperatur pada hari ke-1 dan ke-21 tidak sesuai standar.

Komentar
Posting Komentar