Cara Menjodohkan dan Mengawinkan Induk Murai Batu Dengan Cepat
Setelah memilih calon indukan, langkah selanjutnya adalah menjodohkan induk jantan dan betina. Caranya, masukkan indukan murai batu betina ke dalam kandang penangkaran dan indukan murai
batu jantan ke dalam sangkar jodoh. Lalu, masukkan sangkar jodoh ke dalam kandang penangkaran.
Kandang, ada penangkar yang langsung menyatukan induk murai batu jantan dan betina di dalam satu kandang penangkarn tanpa proses penangkaran tanpa proses perjodohan terlalu lama atau pun menggunakan sangkar jodoh. Namun, hal ini bisa dilakukan hanya ketika murai batu jantan dan betina sama-sama sedang mabung, sehingga tidak agresif terhadap pasangan. Proses perjodohan harus terus diamati untuk menghindari perkelahian antar-indukan.
Biarkan kedua indukan saling melihat dan bersahutan agar saling mengenal hingga irama kicauan keduanya menjadi seirama. Biasanya, diperlukan waktu 2-3 hari agar kicauannya bisa seirama, tergantung kondisi di lapangan. Jika suara kicauan kedua indukan tersebut sudah menampakkan keseimbangan irama, dan gelagat ingin kawin, keluarkan indukan jantan dari sangkar jodoh dan satukan dengan induk betina dalam kandang penangkaran.
Periode perjodohan biasanya berlangsung 2 minggu hinga satu bulan. Jika sudah melewati satu bulan kedua induk tidak juga berjodoh, sebaiknya ganti induk betina tersebut dengan induk betina lain. Ciri yang menentukan kedua indukan murai sudah berjodoh adalah keduanya saling berdekatan setiap hari. setelah dilihat berjodoh, tunggu hingga dua minggu kemudian, baru satukan keduanya di dalam kandang penangkaran.
Induk murai batu yang telah melakukan proses perkawinan secara alami akan membangun sarang. Awalnya, sarang dibangun oleh indukan jantan, lalu indukan betinanya menyusul membantu. Indukan jantan akan mengitari kandang untuk mencari tempat meletakkan sarangnya. Di saat pembuatan sarang selesai, tinggal menunggu induk betina brtelur, mengeram, dan menunggu telur-telur tersebut menetas. Biasanya, induk murai dapat menghasilkan 3-4 butir telur dalam satu periode kawin.
batu jantan ke dalam sangkar jodoh. Lalu, masukkan sangkar jodoh ke dalam kandang penangkaran.
Kandang, ada penangkar yang langsung menyatukan induk murai batu jantan dan betina di dalam satu kandang penangkarn tanpa proses penangkaran tanpa proses perjodohan terlalu lama atau pun menggunakan sangkar jodoh. Namun, hal ini bisa dilakukan hanya ketika murai batu jantan dan betina sama-sama sedang mabung, sehingga tidak agresif terhadap pasangan. Proses perjodohan harus terus diamati untuk menghindari perkelahian antar-indukan.
Biarkan kedua indukan saling melihat dan bersahutan agar saling mengenal hingga irama kicauan keduanya menjadi seirama. Biasanya, diperlukan waktu 2-3 hari agar kicauannya bisa seirama, tergantung kondisi di lapangan. Jika suara kicauan kedua indukan tersebut sudah menampakkan keseimbangan irama, dan gelagat ingin kawin, keluarkan indukan jantan dari sangkar jodoh dan satukan dengan induk betina dalam kandang penangkaran.
Periode perjodohan biasanya berlangsung 2 minggu hinga satu bulan. Jika sudah melewati satu bulan kedua induk tidak juga berjodoh, sebaiknya ganti induk betina tersebut dengan induk betina lain. Ciri yang menentukan kedua indukan murai sudah berjodoh adalah keduanya saling berdekatan setiap hari. setelah dilihat berjodoh, tunggu hingga dua minggu kemudian, baru satukan keduanya di dalam kandang penangkaran.
Induk murai batu yang telah melakukan proses perkawinan secara alami akan membangun sarang. Awalnya, sarang dibangun oleh indukan jantan, lalu indukan betinanya menyusul membantu. Indukan jantan akan mengitari kandang untuk mencari tempat meletakkan sarangnya. Di saat pembuatan sarang selesai, tinggal menunggu induk betina brtelur, mengeram, dan menunggu telur-telur tersebut menetas. Biasanya, induk murai dapat menghasilkan 3-4 butir telur dalam satu periode kawin.
Apakah murai betina buntung masih bisa kawin?
BalasHapusSulit
HapusMohon Info,...utk MB jantan (mabung baru sekali) apakah bisa dijodohkan ?
BalasHapus... Proses sdh sy jalani dg Kandang Gantung berdekatan slm 7hr, ada penampakan si betina sll kreteken sambil mendekati si jantan yg tersekat jeruji kandang,...kadang betinanya ngeriwik dan sebaliknya. Hari ke 8 betina sy lepas di kandang tangkar dan Jantan tetap di kandang gantung yg sy masukan ke dlm kandang tangkar,..selama 2 hari, kemudian sy lepas. Awalnya keduanya diam..kemudian jantannya mengejar menyerang tp tdk brutal, durasinya selang 15menitan.kadang keduanya saling melamun tanpa aktifitas...
.... Melihat sekilas dr kedua MB tsb, lalu sy putuskan menangkap MB jantannya dan sy pisahkan, krn sekilas sy perhatikan tdk ada kemajuan dlm perjodohan.
.... Apakah krn MB Jantannya yg msh Muda, sehingga blm miliki birahi. Mhn Infonya
Gimana caranya menjodohkan murai yg susah berjodoh
BalasHapus