Umur Yang Pas Untuk Menyapih Piyikan Murai Batu
Setelah menetas, anakan murai batu masih harus dierami oleh indukannya selama satu mingu penuh. Pasalnya, anakan murai batu yang baru menetas sangat sensitif dan rentan sekali terserang penyakit. Jika diasuh indukan kurang dari satu minggu, kondisi anakan terlalu lemah sehingga menyulitkan pemberian makan.
Hal ini tentu bisa menyebabkan kematian pada anakan murai tersebut. Namun, jika diasuh indukan lebih dari 10 hari, anakan murai tidak akan terbiasa dan takut dengan manusia. Akibatnya, akan tersebut akan takut disuapi manusia sedangkan anakan tersebut belum bisa makan sendiri. Jika dibiarkan, anakan murai batu tersebut bisa mengalami kematian karena tidak mau disuapi. Dengan memisahkannya dari induk, banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Berikut penjelasannya.
- Dengan dipisahkan dari anakannya, indukan burung tidak perlu mengurusi anakan. Biasanya,
setelah dipisahkan dari anaknya, indukan murai batu akan melakukan perkawinan lagi. Dengan kata
lain, anakan yang bisa diperoleh akan semakin banyak dalam waktu yang relatif singkat. Jika
dibandingkan dengan diasuh induk hingga anakan mencapai dewasa, induk murai baru akan
bertelur dua bulan kemudian. Sementara itu, jika menggunakan inkubator, indukan murai bisa
bertelur sebulan sekali.
- Anakan yang dipelihara oleh pemilik (peternak) akan lebih berkualitas ketimbang dipelihara oleh
indukan karena perawatan yang diberikan lebih intensif. Di sisi lain, murai batu yang ditangkarkan
oleh pemilik akan mudah beradaptasi dengan lingkungan dan tidak giras jika bertemu manusia. Hal
ini tentu akan mempermudah pemasteran suara kicauannya ketika dewasa. Giras merupakan
perilaku murai batu yang tidak terkendali saat berada di dalam sangkar, seperti terbang liar ke tidak
karuan atau menabrakkan diri ke dinding sangkar.
- Anakan tidak akan kaku saat mengikuti lomba.
Hal ini tentu bisa menyebabkan kematian pada anakan murai tersebut. Namun, jika diasuh indukan lebih dari 10 hari, anakan murai tidak akan terbiasa dan takut dengan manusia. Akibatnya, akan tersebut akan takut disuapi manusia sedangkan anakan tersebut belum bisa makan sendiri. Jika dibiarkan, anakan murai batu tersebut bisa mengalami kematian karena tidak mau disuapi. Dengan memisahkannya dari induk, banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Berikut penjelasannya.
- Dengan dipisahkan dari anakannya, indukan burung tidak perlu mengurusi anakan. Biasanya,
setelah dipisahkan dari anaknya, indukan murai batu akan melakukan perkawinan lagi. Dengan kata
lain, anakan yang bisa diperoleh akan semakin banyak dalam waktu yang relatif singkat. Jika
dibandingkan dengan diasuh induk hingga anakan mencapai dewasa, induk murai baru akan
bertelur dua bulan kemudian. Sementara itu, jika menggunakan inkubator, indukan murai bisa
bertelur sebulan sekali.
- Anakan yang dipelihara oleh pemilik (peternak) akan lebih berkualitas ketimbang dipelihara oleh
indukan karena perawatan yang diberikan lebih intensif. Di sisi lain, murai batu yang ditangkarkan
oleh pemilik akan mudah beradaptasi dengan lingkungan dan tidak giras jika bertemu manusia. Hal
ini tentu akan mempermudah pemasteran suara kicauannya ketika dewasa. Giras merupakan
perilaku murai batu yang tidak terkendali saat berada di dalam sangkar, seperti terbang liar ke tidak
karuan atau menabrakkan diri ke dinding sangkar.
- Anakan tidak akan kaku saat mengikuti lomba.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar