Cara Induced Breeding (kawin suntik) Ikan
Ikan patin termasuk salah satu jenis ikan yang sulit memijah secara alami jika tidak berada di habitat aslinya. Untuk itu perlu dilakukan pemijahan sistem induced breeding (kawin suntik). Tingkat keberhasilan pemijah sistem kawin suntik sangat dipengaruhi oleh tingkat kematangan gonad induk patin.
Faktor lainnya yang juga cukup berpengaruh adalah kualitas air, penyediaan makanan yang berkualitas dan dalam jumlah yang mencukupi, serta kecermatan dalam penangan atau pelaksanaan penyuntikan.
Incuded breeding dapat dilakukan dengan menggunakan kelenjar hipofisa ikan l;ain, seperti ikan mas. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggunakan semacam kelenjar hipofisa buatan yang mengandung hormpon gonadotropin. Dipasaran dikenal dengan merek dagang Ovaprim.
Menggunakan Kelenjar Hipofisa Ikan Mas
Urutan pekerjaan yang dilakukan jika menggunakan kelenjar hipofisa sebagai berikut.
Urutan pekerjaan yang dilakukan jika menggunakan ovaprim sebagai berikut.
Faktor lainnya yang juga cukup berpengaruh adalah kualitas air, penyediaan makanan yang berkualitas dan dalam jumlah yang mencukupi, serta kecermatan dalam penangan atau pelaksanaan penyuntikan.
Incuded breeding dapat dilakukan dengan menggunakan kelenjar hipofisa ikan l;ain, seperti ikan mas. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggunakan semacam kelenjar hipofisa buatan yang mengandung hormpon gonadotropin. Dipasaran dikenal dengan merek dagang Ovaprim.
Menggunakan Kelenjar Hipofisa Ikan Mas
Urutan pekerjaan yang dilakukan jika menggunakan kelenjar hipofisa sebagai berikut.
- Siapkan ikan donor atau ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya. Jika induk patin betina yang akan disuntik memiliki berat 3 kg dan induk jantan 3 kg, donor ikan mas untuk induk betina seberat 9 kg dan untuk induk jantan 6 kg.
- Ikan mas yang akan diambil kelenjar hipofisanya dipotong tegak lurus atau vertikal di bagian belakang tutup insang.
- Potong kepala diletakkan dengan posisi mulut menghadap ke satas, kemudian dipotong vertikal dari permukaan sedikit di atas mulut sehingga akan tampak organ otak yang dilingkupi lendir atau lemak.
- Otak diangkat dan lendir dibuang atau dibersihkan dengan kapas atau tisu. Setelah bersih dari lendir, di otak akan tampak butiran putih seperti beras. Itulah kelenjar hipofisa yang dibutuhkan.
- Kelenjar hipofisa diambil memakai pinset dan dihancurkan menggunakan gelas penggerus sampai halus. Untuk mempermudah penyuntikan, kelenjar hipofisa tadi dilarutkan didalam akuabides sebanyak 2,5 ml. Agar larutan tersebut benar-benar hancur dan tercampur, gunakan sentrifugal atau pemusing.
- Larutan kelenjar hipofisa selanjutnya diambil atau disedot menggunakan alat suntik. Penyuntikan dapat dilakukan secara intramuskular (di dalam daging atau otot) dibelakang pangkal sirip punggung menggunakan jarum suntik berukuran 0,12 mm.
Urutan pekerjaan yang dilakukan jika menggunakan ovaprim sebagai berikut.
- Untuk mengetahui dosisi Ovaprim dan HCG yang akan digunakan induk betina dan jantan yang akan dipijahkan ditibang terlebih dahulu.
- Dosis penyuntikan induk betina berbeda dengan induk jantan. Untuk induk jantan diperlukan Ovaprim sebanyak 0,3 ml/kg dan induk betina sebanyak 0,6 ml/kg.
- Penyuntikan terhadap induk betina dilakukan dua kali. Pada penyuntikaan pertama menggunakan HCG dengan dosis 500 IU/kg, sedangkan pada penyuntikan kedua menggunakan ovaprim. Penyuntikan kedua dilakukan sekitar 24 jam setelah penyuntikan pertama.
- Penyuntikan induk jantan dilakukan sekali bersamaan dengan penyuntikan kedua induk betina.
- Untuk menghindari induk berontak saat penyuntikan (yang dapat menyebabakan telur keluar), penyuntikan sebaiknya dilakukan oleh dua orang. Satu orang bertugas memegang jarum dan menyuntikkan, satu oprang lagi bertugas memegang ikan yang akan disuntik.
- Penyuntikan dilakukan secara intramuskular dibelakang sirip punggung dengan memasukkan jarum sedalam 2 cm dengan kemiringan 45 derajat.
- Induk-induk patin yang telah di suntik selanjutnya disimpan didalam waring yang dipasang didalam bak dengan air yang mengalir. Setelah 8-15 jam kemudian biasanya induk sudah ovulasi.
Komentar
Posting Komentar