Cara Penetasan Telur Murai Batu Dan Perawatanya
Agar bisa menetas, telur murai batu harus dierami selama 15 hari. Telur murai yang telah menetas ditandai dengan banyak sisa cangkang telur yang berjatuhan di sekitar kotak sarangnya. Dari 2-3 telur yang dierami murai batu, adakalanya tidak semuanya menetas. Hal ini bisa disebabkan berbagai faktor, seperti tempat telur yang tidak nyaman sehingga induk sering meninggalkan sarang, suhu udara yang dingin, atau kurangnya asupan pakan bagi indukan.
Pada hari ke-13 hari, sediakan kroto di tempat pakan indukan. Pakan tersebut disediakan bagi indukan untuk disuapkan ke anakan yang akan menetas tersebut. Pakan kroto dipilih karena ukurannya sesuai dengan mulut piyikan sehingga memudahkan induk menyuapi anakan.
Perlu diingat, pemberian kroto hanya dilakukan dua hari sebelum telur menetas. Jika telur sudah menetas, indukan murai akan membutuhkan pakan yang sangat banyak untuk mencukupi dirinya dan anakannya. Karena itu, berikan pakan ke dalam kandang penangkaran setiap 2 jam sekali.
Periksa kandang setiap hari selama induk mengasuh anakan. Selama dierami indukan, penangkar sama sekali tidak boleh mengganggu anakan murai tersebut. Jika mengganggu, anakan yang dierami bisa dibuang atau dibunuh indukannya. Kecuali, jika kita memang ingin menyapih atau mengambil anakan dari indukannya.
Pada hari ke-13 hari, sediakan kroto di tempat pakan indukan. Pakan tersebut disediakan bagi indukan untuk disuapkan ke anakan yang akan menetas tersebut. Pakan kroto dipilih karena ukurannya sesuai dengan mulut piyikan sehingga memudahkan induk menyuapi anakan.
Perlu diingat, pemberian kroto hanya dilakukan dua hari sebelum telur menetas. Jika telur sudah menetas, indukan murai akan membutuhkan pakan yang sangat banyak untuk mencukupi dirinya dan anakannya. Karena itu, berikan pakan ke dalam kandang penangkaran setiap 2 jam sekali.
Periksa kandang setiap hari selama induk mengasuh anakan. Selama dierami indukan, penangkar sama sekali tidak boleh mengganggu anakan murai tersebut. Jika mengganggu, anakan yang dierami bisa dibuang atau dibunuh indukannya. Kecuali, jika kita memang ingin menyapih atau mengambil anakan dari indukannya.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar